Mari Bersama Membangun Moral Bangsa

Oleh : Moh. Sofwan Al-Hafidz
الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على امورالدنيا والدين. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله.  اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين. اما بعد
فياعباد الله أوصيكم وإياي بتقوى الله فقد فاز المتقون, وقال الله تعالى “ياأيهاالذين أمنوا اتقوالله حق تقاته ولاتموتن إلا وأنتم مسلمون” وقال النبي صلى الله عليه وسلم: اتق الله حيثما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحوها وخالق الناس بخلق حسن. صدق الله العلي العظيم وصدق رسوله النبي الحبيب الكريم, والحمد لله رب العالمين.

Hadirin Jama’ah Jum’ah rahimakumullah
Marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt. semoga setiap perilaku kita senantiasa dalam kontrol yang Maha Kuasa, sehingga kita semua terhindar dari berbagai godaan yang menyesatkan kita dari tuntunan agama-Nya. Tidak hanya godaan dosa besar, tetapi juga godaan yang menggoyahkan kepribadian kita sebagai sorang muslim yang bertaqwa. Read more »

Dzikir Setelah Sholat dan Tata Caranya

Dzikir setelah sholat merupakan ibadah yang sangat disunnahkan dan salah satu kebiasaan Rasulullah s.a.w. Beliau juga melakukannya dengan suara keras. Dalam sahih Bukhari dan Muslim disebutkan pada Bab Dzikir setelah sholat dari Ibnu Abbas beliau berkata “sesungguhnya mengeraskan suara dengan dzikir ketika orang-orang usai melaksanakan sholat wajib merupakan kebiasaan yang berlaku pada zaman Rasulullah s.a.w.. Ibnu Abbas menambahkan, aku mengetahui bahwa mereka selesai sholat karena aku mendengarnya.

Riwayat lain dari Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas mengatakan:”Aku mengetahui selesainya sholat Rasulullah dengan takbir”.

Bagi imam ketika usai sholat disunnahkan membalikkan muka ke arah makmum. Demikian disebutkan riwayat sahih Bukhari dari Samurah bin Jundub:”Rasulullah s.aw. ketika selesai sholat beliau membalikkan mukanya ke arah kami”. Hadist serupa dari rawi-rawi lain juga diriwayatkan oleh imam Muslim dalam kitab sahihnya, Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Abu dawud dll. Read more »

Potret Sekolah Muhammadiyah di Kutai Timur

Novel  berjudul “Laskar Pelangi” oleh Andrea Hirata, penulis dengan latar belakang pendidikan Ekonomi, namun ia juga berminat di bidang sains – Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi – dan tentu saja  Sastra, mengisahkan tentang  kehidupan suka duka 10 orang anak sekolah desa di Belitung ( sekarang Bangka Belitung ), sejak mereka mulai memasuki sekolah dasar hingga dewasa.Novel ini menginspirasi saya untuk turut urun rembuk atas segala permasalahan   pendidikan yang ada di Kutai Timur khususnya kota Sengata terutama yang lembaga-lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.

Dalam “Laskar Pelangi”, banyak kita jumpai masalah-masalah pendidikan yang cenderung klise di negeri ini, namun terungkap dengan menarik karena diuraikan dengan sentuhan humanisme.  Secara gamblang penulis mendeskripsikan keberadaan Sekolah Dasar, tempat dia berawal menuntut ilmu sebagai berikut : Read more »

WordPress Themes